our journey

Daisypath Anniversary tickers

Jumat, 09 Juli 2021

Antara Delapan Aspek dan Empat Keterampilan Dasar Orangtua

 

Karena sekolah Kyo menggunakan 8 aspek sebagai acuan pengembangan diri, maka saya target saya kurang lebih akan memfasilitasi aspek tersebut. Target ini saya kolaborasikan dengan SMART Metode, 5 B Core Value dan 4 Keterampilan Dasar Sebagai Orangtua. Sebagai pengingat SMART Metode artinya adalah Specific, Measurable, Achievable, Relevan, Time Bound.

S : Smart : Target yang spesifik, memenuhi kaidah 5W (What, Why, Who, Where, Which)

M : Measurable : Dapat Diukur

A : Achievable : Dapat dicapai (dapat menjawab pertanyaan How yaitu bagaimana target tersebut dapat tercapai

R : Relevan : Target yang relevan

T : Time : Dalam kerangka waktu

 

Sementara untuk 5B Core Value dapat dibaca pada post ini.

 

Dan 4 Keterampilan Dasar sebagai orangtua adalah

1.       Belajar Mengelola Mental Stage

Ada tiga tahapan mental stage yaitu Sisi Orangtua, Sisi Anak-anak dan Sisi Orang Dewasa, dalam setiap komunikasi kita dengan anak, kita harus bisa memposisikan diri kita, Kita harus memposisikan diri kita sebagai fasilitator dengan mendampingi mereka dan bukan sebagai orang yang tau segalanya dan berpengalaman lebih banyak

2.       Komunikasi Sebaya

      Pergunakanlah cara berpikir dan bahasa mereka, hindari kalimat mendominasi/menasehati dan belajarlah mendengarkan

3.       Updating Status Upgrade

      Anak-anak zaman now tidak suka bermain itu-itu saja dan senang belajar hal baru, karena itu anak-anak senang tumbuh bersama

4.       Belajar Apresiasi (bukan Evaluasi)

        Selalu mengapresiasi atas apa yang dikerjakan oleh anak, meskipun masih salah, meskipun belum bisa, tetapi asalkan anak sudah berusaha dan mencoba tetap perlu diapresiasi

Adapun 8 Aspek yang menjadi target adalah

1.       1. Aspek Moral dan Budi Pekerti

2.       2. Aspek Sosial dan Emosional

3.       3. Aspek Daya Pikir

4     4. Aspek Psikomotorik

5.       5. Aspek Kemandirian

6.       6. Aspek Bahasa dan Komunikasi

7.       7. Aspek Pengetahuan Dunia Alam & Matematika

8     8. Aspek Kreativitas dan Seni

 

SeSehingga saya membuat target saya adalah sebagai berikut

1.


Kamis, 01 Juli 2021

Seribu Tanya

 

Seribu pertanyaan akan memunculkan satu jawaban, dan jawaban itu adalah anak saya Kyo. Di Bunda Sayang ini kita akan mempelajari bagaimana mendidik anak dengan mudah dan menyenangkan. Ini penting karena kita tidak memiliki sekolah menjadi Ibu.

Dalam menyerap ilmu, kita harus mempunyai Core Value, dan Core Value itu adalah 5B

Belajar : Kita belajar karena haus ilmu, ilmu apa yang ingin kita peroleh, yang ingin kita dapati, belajar tidak harus melalui formal education dan tidak harus mempunyai ijazah ataupun gelar.

Berkembang : dari yang kita tidak tahu menjadi tahu, dari yang sedikit tahu menjadi banyak tahu, itulah arti berkembang

Berkarya : setelah belajar dan berkembang, kita bisa memaksimalkan potensi diri kita atas apa yang telah kita pelajari, yang paling penting adalah dalam proses belajar jangan pernah bandingkan diri kita dengan orang lain, tapi bandingkan dengan diri kita kemarin atau setahun yang lalu, karena harusnya kita mengalami kemajuan

Berbagi : sudah mempunyai ilmu, ilmu tersebut telah bertambah dan sudah kita praktekan, hal selanjutnya adalah berbagi. Berbagi tidak menjadikan ilmu kita berkurang, namun akan membawa kepuasan tersendiri dalam melakukannya

Berdampak : apabila hal yang kita pelajari tersebut sudah kita bagikan dan ternyata ilmu tersebut berguna bagi mereka dan mereka membagikannya lagi kepada orang lain, maka hal tersebut sudah memberikan dampak yang nyata bagi kita dan juga bagi mereka


Jumat, 25 Juni 2021

Code of Conduct

 

 Sebagaimana kata Ibu Septi Peni Wulandari bahwa Ibu itu salah satu arsitek peradaban, bagaimana bisa membangun peradaban kalau diri kita sendiri masih tuna adab
 

 

Kamis, 27 Mei 2021

Menemukan Aku yang Baru

 Sejatinya setiap manusia memiliki kemampuan beradaptasi, namun adakalanya kemampuan beradaptasi ini perlu proses agar kepompong dapat menjadi kupu-kupu. Dalam Panggung Ceria Hotel Mentari kali ini Narasumber memberikan sharingnya mengenai pengalaman beliau.

Bermula ketika menghadapi perubahan dari yang tadinya aktif di ranah publik, energik, produktif, bahagia, mudah memberikan motivasi kepada teman-teman, namun mengalami kegoncangan batin ketika anak kedua lahir di waktu yang berdekatan, sehingga seringkali merasa down, bahkan sampai harus pergi ke psikiater, lalu pada akhirnya mengalami titik balik setelah bermuasabah

Diceritakan bahwa dengan memaafkan diri sendiri, lebih bersyukur, lebih menerima skenario Allah, berdamai dengan skenario kehiduan akan membantu kita agar menjadi lebih bisa beradaptasi dengan berbagai cobaan dan ujian. Disamping mendapatkan support dari Suami, Orangtua dan Anak-anak sehingga menjadi bangkit dan berani bermimpi, proses healing dapat pula didapat dari menulis ataupun melakukan hobi lain agar semakin produktif dan tidak merasa sendirian.

--- 

Karena keluarga bahagia diawali dengan Ibu yang Bahagia maka Kebahagiaan seorang Ibu mutlak diperjuangkan
Wahai para Ibu tersenyumlah karena senyummu adalah kunci kebahagiaan diri
Wahai para Ibu berbahagialah karena ribuan pahala disiapkanNya untukmu

Wahai para Ibu jadilah Ibu yang tangguh, jadilah ibu yang kebahagiaannya menembus langit yang membuat para bidadari cemburu padamu

Wahai para Ibu nikmatilah setiap detik kebersamaan dengan keluarga tanpa mengabaikan peranmu diluar rumah

Wahai para Ibu jadilah permata kebahagiaan keluarga jadilah permata terindah yang kemilaunya menyinari alam semesta karena itulah bekal kita menuju surga

(Sukma Fitria Putri)

---

#PanggungCeriaHotelMentari
#BundaSayangBatch7

Minggu, 14 Maret 2021

Petak Umpet Next Level

Petak Umpet adalah permainan tradisional yang biasa dimainkan minimal dua orang, caranya adalah satu pemain berada di markas memejamkan mata sambil berhitung, selama berhitung pemain lainnya akan bersembunyi, ketika hitungan selesai, maka pemain penjaga akan mencari pemain yang bersembunyi.

Permainan ini sangat terkenal baik dalam komunitas lokal maupun internasional. Tentu saja kadang terdapat beberapa perbedaan dalam cara bermainnya, namun intinya tetap sama, yaitu bersembunyi dan mencari. Bahkan ada kompetisi internasionalnya lhoo…. Kompetisinya bernama Nascondino World Championship, pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010 di Bergami, Italia.

Nah, dua minggu terakhir ini Kyo lagi senang-senangnya main petak umpet, tentu saja karena masih dalam suasana pandemi, mainnya #dirumahaja, bosen dong bunda rumah kecil mainnya disitu-situ juga, akhirnya bunda dan ayah punya inisiatif buat main #petakumpetnextlevel, jadi kita tulis dulu clue tempat kita ngumpet, lalu penjaganya nebak, baru deh penjaga mencari pemain yang bersembunyi.

 

Kyo senang pastinya, ayah dan bundanya ikut senang karena ini bisa melatih Kyo membaca dan mengeluarkan ide dalam bentuk tulisan (menulis), selain tentu saja manfaat-manfaat lain yang terdapat pada petak umpet biasa seperti membuat anak aktif, belajar bersosialisasi, melatih sportivitas, belajar berhitung, dan belajar taat pada peraturan.

Yuk, mari bermain bersama anak-anak #dirumahaja

 

Selasa, 04 Agustus 2020

INDAHNYA IKHLAS

Kyo, saat ini berusia 5 tahun, sudah sangat bosan dan jenuh dengan kegiatan di rumah aja. Ketika tanpa sengaja ia melihat seekor kambing lewat depan rumahnya. “Bunda, kok ada kambing” tanyanya. “Iya nak, sebentar lagi kita akan merayakan Idul Adha” jawab Bunda. Lalu Bunda menjelaskan kepada Kyo bahwa sebagai umat Muslim kita akan merayakan Hari Besar yang kedua yaitu Idul Adha.

Idul Adha kali ini berbeda dari yang sudah lalu, biasanya Kyo bersama Ayah dan Bunda setelah menunaikan sholat sunah Idul Adha di Masjid akan bersama-sama menyaksikan proses pemotongan hewan kurban di dekat rumah. Namun, karena tahun ini Indonesia dan dunia sedang mengalami pandemik, maka kami harus bersabar untuk merayakan Idul Adha dirumah saja seperti ketika Idul Fitri kemarin.

Kami memulai perayaan Idul Adha dengan puasa sunah 2 hari, yang dikatakan Kyo sebagai puasanya baru sebentar tetapi sudah selesai. Mengingat pada bulan Ramadhan dia mengikuti buka puasa sampai 30 hari lamanya. Buka puasanya saja yang 30 hari, sahurnya masih banyak absennya.

Lalu pada hari yang telah ditunggu-tunggupun tiba, kami memutuskan untuk sholat Idul Adha dirumah saja mengingat masih memiliki orangtua dan anak kecil. Ayah bertindak sebagai Imam. Pada shalat Ied kali ini, ayah terlihat lebih santai, tidak terlalu tegang seperti waktu shalat Idul Fitri kemarin. Hal yang sedikit menggelikan terjadi ketika ayah memulai takbir tujuh kali, Kyo menghitungnya keras-keras. Hal ini mungkin terjadi karena pada saat kelas online agama bu guru mengatakan bahwa takbir pada shalat Ied berbeda hitungannya dengan shalat biasa, yaitu tujuh dan lima kali. Sehingga ketika shalat dimulai, dihitung keras-keras oleh Kyo.

Pada saat khutbah, ayah berkata bahwa kita harus dapat meniru keikhlasan nabi Ibrahim dan Ismail dalam menghadapi cobaan, dan percaya sepenuhnya kepada Allah SWT. Pada saat ini bunda berpikir bahwa sungguh Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan hambanya, dan terkadang yang menurut kita cobaan ternyata merupakan anugerah.

Dengan adanya pandemi ini memang kita merasa seperti dikeluarkan dari zona nyaman kita. Seperti halnya bunda yang biasa bekerja di ranah public jadi harus bekerja dari rumah. Bekerja dari rumah sebetulnya tetapi apabila disambi mendampingi anak sekolah dari rumah tentu saja harus pintar-pintar mengatur waktu dan strategi. Pastinya mengatur emosi juga penting. Kyo juga harus bisa menahan diri untuk tidak beraktivitas fisik dengan teman-teman sebayanya, pun tidak bisa bebas keluar rumah.

Namun ada juga hal-hal menyenangkan yang bisa dirasakan oleh kami sekeluarga, bonding diantara kami menjadi lebih erat. Pada tiga bulan pertama pandemi ayah bisa pulang cepat dan kami bisa shalat magrib berjamaah. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi jika bukan pandemi. Bunda jadi mengerti bagaimana cara mengajar guru-guru Kyo di sekolah, sehingga lebih mudah bila ingin mengulang pelajaran bersama Kyo. Sementara itu Kyo tentu lebih senang dapat lebih banyak waktu untuk bertemu dengan ayah bundanya setiap hari.

Memang benar bahwa keikhlasan itu membawa pengaruh besar dan membuat hidup kita menjadi lebih mudah.