our journey

Daisypath Anniversary tickers

Jumat, 08 Juli 2011

Makan, Jalan-jalan dan Ziarah di Guangzhou

Setelah post yang lalu menampilkan wisata belanja di Guangzhou, maka kali ini akan menampilkan sisi lain dari surga belanja itu. Perjalanan saya dimulai dengan menggunakan pesawat BUMN Indonesia, dari gambarnya pasti ketahuan deh kalo saya naik pesawat apa. Perjalanan ditempuh selama lebih dari 5 jam tanpa transit dan mendarat dengan selamat di Baiyun International Airport Guangzhou. Selama di pesawat saya dikasih kacang, minuman dan makanan hangat.

Seperti yang sudah diceritakan, kami menginap di Beijing Lu, setelah mengistirahatkan diri sejenak, kami pun mencari sesuatu untuk mengganjal perut. Makanan halal sangat susah dicari, sampai-sampai kami minta bantuan guide untuk menuliskan bahasa setempat yang berarti kami tidak makan b*b*. Akhirnya kamipun menjatuhkan pilihan pada salah satu restoran fastfood yang sudah terkenal. Oya, di restoran ini kami tidak bisa memesan nasi satuan, adanya nasi yang sudah dicampur seperti gambar ini. . Rasanya agak aneh menurut saya, tapi ya sudahlah, karena tidak ada lagi yang lain saya makan saja. Selain tidak ada nasi satuan, disini juga tidak ada sambal, adanya saus tomat. Oiya, di hotel-hotel dan restauran juga tidak ada gula ya, jadi selain membawa sambal sachet, usahakan membawa gula sachet juga dari Indonesia hehehe...

Tentu saja selain berbelanja, kami juga mengunjungi berbagai tempat menarik disana, salah satunya adalah makam sahabat nabi. Kata guide saya sih ini makam pamannya nabi, tapi dari beberapa situs yang saya baca, katanya ini makam sahabat nabi. Banyak umat muslim yang ziarah kesini, termasuk juga orang-orang dari Indonesia. Selain ada makam, di komplek pemakaman ini juga terdapat mesjid terbesar di Guangzhou tetapi bergaya china, lucu dan menarik. . Makam ini sudah ada sejak 1300 tahun yang lalu. Ada kejadian menarik ketika kami ada disana, sejumlah pekerja sedang berusaha untuk menebang pohon yang mati. Pohon ini dirambati oleh gulma (lihat lingkaran merah). Tetapi pekerja-pekerja ini anehnya tidak memakai benda tajam, jadi mereka mengikat ranting-ranting pohon mati itu dengan tali lalu digoyang-goyang. Lha...kalo seperti itu, kapan robohnya tuh pohonnn....-_-!

Disana saya juga melihat tempat untuk pembukaan sea games 2010 lalu yang berbentuk seperti layar, lalu ada patung kambing, ikon baru kota modern Guangzhou yaitu Menara Canton (dulu bernama Menara Guangzhou TV & Sighseeing) dan menara (yang harusnya) kembar. Nah, kenapa begitu? Jadi ketika direncanakan, mereka ingin membuat menara kembar tetapi ketika itu anggarannya habis untuk pembuatan asian games 2010 jadi akhirnya menara yang ada cuma satu. Tapi lucunya kalo kita membeli souvenir seperti tempelan kulkas itu, menaranya dibuat kembar..lucu ya.

Dimulai dengan makan dan diakhiri dengan makan itulah motto hidup saya hahaha....akhirnya sampailah saya di penghujung acara (halah). Akhirnya selesailah acara jalan-jalan saya di Guangzhou, semoga lain kali saya bisa kembali kesana. Dan perjalanan saya diakhiri dengan makan di pesawat again... see you Guangzhou.....

Senin, 04 Juli 2011

si kakak.....

Karena banyak yang menanyakan seperti apa wujud kakak (enggak ding, yang nanya cuma satu orang sebetulnya), maka post kali ini akan menampilkan beliau... si kakak ini datang ke keluarga kami dibawa oleh misua. Latar belakang kakak juga produk second yang dibeli misua dari gaji pertamanya dengan cara dicicil. Bisa dibilang ini adalah harta pertamanya misua.

Waktu pertama ketemu kakak sih penampilannya gak seperti ini, masih asli belum diutak-atik, paling-paling ditempel kertas hitam semua waktu pacaran dulu supaya kelihatan gagah, tapi sekarang udah dibongkar lagi. Waktu udah merit, mulai deh si kakak didandanin, mulai dari bannya yang diganti (yang lama bocor mlulu), sampe ditambahin box. Walhasil, sekarang kakak makin kelihatan gagah kan?!?!...



Kakak ini setiap hari nganterin saya berangkat ke kantor, dulu sebelum ada adek, kami pergi sama kakak sampe depok lho, pernah juga nyampe pasar sumber artha buat jemput adeknya misua, kencan pertama juga sama kakak, pokoknya kakak udah menemani kami selama lebih dari 4 tahun deh.

Oiya, pernah waktu itu sama kakak ke depok, ternyata bensinnya abis, sampe-sampe pake bensin cadangan, trus kakak sampe bunyi grok-grok gitu deh.... meskipun akhirnya sempat harus masuk bengkel, tapi ternyata gak parah-parah amat...dan kakak bisa dipakai lagii....

Sampe sekarang kakak juga masih awet kok, emang sih kadang butuh perawatan rutin, tapi semoga aja kakak kalo sakit gak lama-lama ya...we love u kakak n adek.....

Minggu, 03 Juli 2011

Topeng Kaca


Meskipun judulnya topeng kaca, tapi saya bukan mau cerita tentang isi manga terkenal ini. Buat yang belum tau, Topeng kaca / Glass Mask / Garasu no Kamen adalah manga karya Suzue Miuchi yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun dengan cerita utamanya adalah persaingan antara Maya Kitajima vs Ayumi Himekawa untuk mementaskan karya besar, bidadari merah. Sempat vakum beberapa tahun karena beliau mendalami kepercayaan baru, namun akhirnya berlanjut lagi dan saya sih berharap semoga topeng kaca ini cepet selesai dengan manis.

Lhoooo?!?!?!, terus, apa hubungannya donk topeng kaca dengan apa yang saya tulis??? Well, saya mau cerita tentang perkenalan saya dengan seni peran. Pertama kali saya mengenal seni peran adalah ketika saya kelas 4 SD. Waktu itu guru kelas saya bernama Pak U’ung. Nah, Pak U’ung ini guru paling senior di SD saya yang hobi banget bikin games pas pelajaran Pramuka. Lho? Pelajaran pramuka kok dipake maen games? Iya, karena sekolah saya waktu itu terlalu miskin buat ngebayar guru pramuka khusus, jadi biasanya yang ngajar kalo bukan guru olahraga ya guru kelas. Tapi ya gitu, karena lapangannya juga kecil, jadi akhirnya tergantung kreativitas guru masing-masing buat ngisi jam tersebut.

Waktu itu Pak U’ung ini bikin berbagai macam games, mulai dari cepet-cepetan nyebut nama ibukota sampe memerankan suatu iklan. Hah? Iklan? Iya, jadi waktu itu kan masih hot-hotnya televisi swasta yang banyak iklannya. Nah, kita disuruh ambil satu iklan buat kita peranin. Yang saya inget waktu itu saya meranin jadi Bu Joko, dialognya gini....

Ibu 1 : Bu Joko...Bu Joko...(sambil ngetuk2 pintu)
Ibu 2 : Ada apa bu?
Ibu 1 : Tolong bu, anak demam...
Ibu 2 : Ohh, pake aja termorex....
Ibu 1 : Apa! Termos Es!?!?!?
Ibu 2 : Bukan...termorex.....

Gitu deh ceritanya.....ada lagi sih iklan-iklan yang lain, soalnya Pak U’ung tuh gak mau iklan yang sama dimainin berkali-kali. Tapi yang saya paling inget ya iklan Termorex ini. Ngomong-ngomong..berasa banget ya ni iklan taun 90an...soalnya namanya Joko, kayak iklan penyakit epilepsi juga pake nama Adi, nama-nama yang emang booming banget tahun segitu hehehe....

Perkenalan kedua waktu kelas 3 smp, Cuma drama kali ini gak cukup sukses, karena gak cukup latihan, sayanya ketawa dan ceritanya terlalu serius (yang ngeliat bete kali hahaha....). Kita ambil cerita Young Girls / Little Girl dan saya berperan jadi ibunya anak-anak. Gak cocok kali ya saya... nah, kenapa kami mengambil cerita ini, cerita ini kami dapatkan di manga Topeng Kaca itu dimana tokoh utamanya bermain sangat menawan, jadi kami ikut-ikutan deh, apalagi ternyata saya punya bukunya (yang sekarang sudah hilang).

Ketika kelas 2 sma, waktu itu saya ada di kelas unggulan yaitu kumpulan orang-orang pinter se angkatan. Tapi jangan dikira saya pinter, karena sepertinya saya cuma terdampar disana. Nah, ceritanya teman saya ini ada yang punya ide gimana caranya supaya kelas unggulan yang biasa diidentikkan dengan anak nerd dan serius belajar bisa ikutan pentas seni sma, waktu itu teman saya ini bikin naskah yang aneh bin ajaib. Naskahnya seru sih, ceritanya tentang petualangan. Dia menggabungkan petualangan Harry Potter, Conan, Telenovela Amigos dan lain-lain di satu cerita. Cuma lagi-lagi karena kurang latihan dan kayaknya doa sebagian penghuni kelas yang demam panggung, akhirnya drama kami tidak lolos kualifikasi panitia sodara-sodara.

Lalu, pada tahun yang sama, kami mendapat tugas dari guru bahasa indonesia untuk mementaskan drama apapun yang kami inginkan, tema bebas..naskah juga bebas...trusss kami berdelapan mau meranin bawang merah bawang putih dengan beberapa perubahan. Perubahannya gak direncanakan sebetulnya, tapi karena saya takut sama sesuatu, jadi kami rubah sesuai keinginan kami deh hehehe.....nah, buat yang mau tau perbedaannya ini dia.....

Sinopsis Asli Bawang Merah Bawang Putih
Suatu hari cucian Bawang Putih hanyut di sungai, setelah mencari sampai kelelahan pakaian tersebut ternyata ada di rumah seorang nenek yang tinggal sendirian, lalu bawang putih membantu nenek itu, ketika akan pulang nenek itu menawarkan labu, labu besar atau labu kecil. Bawang putih memilih yang kecil lalu ketika dibawa kerumah dan dibuka ternyata isinya perhiasan. Bawang merah yang iri akhirnya mengikuti jejak bawang putih untuk menghanyutkan pakaian tetapi ketika sampai di rumah nenek, selain tidak mau membantu, bawang merah juga meminta labu yang besar karena dia mengharapkan perhiasan yang lebih banyak. Sesampainya di rumah dan membuka labu tersebut, ternyata isinya adalah hewan berbisa seperti ular dan lipan yang menyerang ibu tiri dan bawang merah hingga tewas.

Sinopsis Bawang Merah Bawang Putih versi kelompok kami
Suatu hari cucian Bawang Putih hanyut di sungai, setelah mencari sampai kelelahan pakaian tersebut ternyata ada di rumah seorang nenek yang tinggal sendirian, lalu bawang putih membantu nenek itu, ketika akan pulang nenek itu menawarkan kotak kardus, kotak besar atau kotak kecil. Bawang putih memilih yang kecil lalu ketika dibawa kerumah dan dibuka ternyata isinya vcd, dvd, kaset dan berbagai permainan. Bawang merah yang iri akhirnya mengikuti jejak bawang putih untuk menghanyutkan pakaian tetapi ketika sampai di rumah nenek, selain tidak mau membantu, bawang merah juga meminta kotak yang besar karena dia mengharapkan isi yang lebih banyak. Sesampainya di rumah dan membuka kotak tersebut, ternyata isinya adalah......jrengjrengjreng.....si nenek yang ternyata adalah nenek sihir, lalu nenek sihirpun mengejar ibu tiri dan bawang merah (sambil lari-lari di panggung).

Nah, keliatan kan gimana konyolnya cerita kami, karena pemeran nenek sihir, kami masukkan ke kardus bekas tivi, dan yang harusnya endingnya pemeran jahatnya mati, ini malah ada adegan lari-larian di panggung hehehe.....oya, saya berperan sebagai bawang merah yang jahat (padahal kan saya aslinya baiiiiik), sementara teman saya yang berperan sebagai bawang putih harusnya bermain penuh penderitaan malah kelihatan galak kepada ibu tirinya. Yang lucu adalah pemeran nenek sihir, kami menyarankan agar dia memakai baju hitam-hitam, namun baju hitam-hitam yang dia punya terlalu seksi, akhirnya perannya diubah menjadi penyihir seksi di saat-saat terakhir.

Saya merasa puasss sekali setelah drama konyol ini berakhir, akhirnya saya merasa bisa memerankan dan bermain sesuatu dengan sukses, emang sih latihannya gak berat-berat amat, gak kayak si Maya Kitajima, tapi waktu bikin rekaman backsoundnya ini lumayan sulit, sampai-sampai saya pulang malam huhuhu T__T. Tapi beneran kok sukses, karena guru bahasa indonesianya memuji kami dan kami sukses membuat mereka terpingkal-pingkal.

Amanat yang saya ambil dari pengalaman ini adalah sesuatu yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan terasa hasilnya, seperti Ayumi Himekawa yang sebetulnya bakatnya kalah jauuuhhhhh dibandingkan dengan Maya Kitajima, tetapi karena dia sudah berlatih dari kecil, tidak pantang menyerah dan tekun berlatih sehingga menyebabkan dialah yang saat ini kelihatan lebih baik dari Maya. Dan meskipun secara teknik, Maya kalah dari Ayumi, tapi dengan seringnya dan banyaknya peran yang dia mainkan menyebabkan dia juga tak kalah pengalaman dari Ayumi.

Kalo ditanya siapa yang lebih cocok memerankan Bidadari Merah, maka saya akan menjawab Maya, kenapa? Karena Maya lebih banyak memerankan tokoh bukan manusia dibandingkan Ayumi, dan bidadari merah itu juga bukan manusia kan? Dia kan roh pohon plum....duhhhh...jadi gak sabar buat liat kelanjutan ceritanya.....

Kamis, 30 Juni 2011

Anggota Keluarga Baru

Yups betul sekali, keluarga kecil kami kedatangan anggota keluarga baruuu.... setelah ada si kakak...resmi sejak 06 Juni 2011, si kakak yang selama ini menempati kamarnya sendiri akhirnya kedatangan teman.

Emang sih, yang namanya sesuatu itu indah pada waktunya, soalnya saya udah pingin si adek ini dari dulu...minta-minta sama misua dia bilang “sambil nyari...sambil nyari...” atau dia bilang uangnya belum kekumpul. Nah..kebetulan banget bapak mertua itu lagi nyari juga trus bapak mertua dapet duluan ternyata...kayaknya gara-gara itu misua jadi panas...trus makin hot buat nyari-nyari...

Mungkin pertanyaannya kenapa kami mau yang second, pertimbangan utama kami memang di harga dan kalau second keserempet2 dikit gak masalah, masalahnya misua kan juga baru bisa, malahan waktu si adek dateng, misua belum punya SIM...hadeeeehhh.....-_-!

Nah, setelah pencarian selama setahun yang dikebut pada 2 bulan terakhir, akhirnya kami berkesempatan untuk mencoba si calon adek ini, saya sih sudah suka karena warnanya yang hitam, tapi pas liat Nopolnya lebih jatuh cinta lagiiiiii.....masa yah, Nopolnya itu tanggal pertama saya dan misua ketemu...Aiihhhhh.....ini kalo bukan jodoh, apalagi namanya?!?!?!........

Langsung deh saya ngerayu misua untuk menjatuhkan pilihan ke si adek yang ini. Dan kayaknya emang segala sesuatu berjalan lancar, karena akhirnya adek sudah menjadi anggota keluarga kami.

BTW, serempet2 si adek ini malah terjadi pas keluar masuk kamarnya, total jenderal sudah 4 kali adek nyerempet2, trus ortu pertamanya adek seneng banget ngasih tips2 buat ngerawat adek, sampe-sampe kita dikasih pewangi dan cat gratis...baik banget sih pakkkkkk.....

Oya, buat yang penasaran sama penampilan si adek, bisa dilihat disini....teman-teman doakan ya supaya adek bisa awet dan kerasan tinggal di keluarga kami...love u adek dan kakak :)

Surga Belanja di Guangzhou

Bulan Mei 2011 kemarin, saya berkesempatan mengunjungi China, tepatnya ke Guangzhou. Sebelumnya saya sudah searching mengenai Guangzhou ini, dan beberapa info yang saya dapatkan adalah bahwa angka kriminalitas di Guangzhou cukup tinggi, biasanya yang dicuri adalah paspor karena paspor palsu sangat berharga disana juga barang-barang berharga lain. Yang membuat saya merinding adalah mereka juga sering menculik anak kecil untuk diperdagangkan atau diambil organ dalam tubuhnya...hiiiii...sungguh mengerikan bukan....Namun, tentu saja tidak ada kota yang hanya mempunyai kelebihan dan hanya kekurangannya saja. Yups, Guangzhou dikenal sebagai surga belanja...

Shop ‘till drop...
God made the Heaven and Earth. The rest was Made in China.

Pernah dengar atau membaca ungkapan diatas? Ya, pertama kali tau saya merasa tergelitik karena saya merasa bahwa ungkapan diatas adalah benar. Hampir semua barang yang saya temui di Indonesia adalah made in China, begitu pula bila kita mendapat oleh-oleh dari mancanegara, jangan geer dulu karena bisa jadi miniatur menara eiffel atau jam bigben anda bertuliskan made in China hehehe....

Di Indonesia sendiri seringkali kita jumpai baik di toko-toko maupun di online shop barang-barang yang dijual mempunyai berbagai macam grade seperti KW Super...KW 1...KW 2....KW 3 dll...dsb. Saya gak ngerti bedanya apa. Nah, di Guangzhou ini kayaknya bukan cuma ada beberapa grade, tapi mungkin semua orang bikin, jadinya gradenya mungkin bisa jadi KW 1a...KW1b...dan lain sebagainya.... Pernah saya mau beli koper dari luar tampak sama, tapi di dalamnya beda lapisan dalamnya...lalu ada yang lapisan dalamnya sama persis, tetapi di luarnya beda di aksen saja... Hal-hal semacam ini juga bikin kita susah buat nawar, mana saya orangnya males nawar. Ada semacam tips kalo di Guangzhou tawarlah sampai sepertiganya...Nah, ini dia yang bikin saya capek, sampai suatu ketika saya yang selama 3 hari kerjaannya hanya tawar menawar, tidak punya lagi tenaga untuk menawar, jadilah teman saya yang saya suruh nawar. Tapi hebat juga dia, koper yang tadinya harganya 450 yuan ditawar hingga mendapat harga 250yuan saja saudara-saudara.....mungkin karena teman saya ini udah punya baby, jadi lebih pinter nawar kali ya hahaha....

Ada 2 tempat shopping yang saya datangi. Yang pertama adalah Beijing Lu dan Shang Xia Jiu Lu. Lu disini berarti jalan atau road. Kedua tempat ini mirip dengan pasar barunya jakarta. Tidak ada mobil melintas dan kanan kiri penuh dengan toko-toko. Barang-barang yang dijual beragam, mulai dari baju, tas, jam tangan pokoknya semua ada. Yang agak susah dicari adalah mainan anak-anak, gantungan kunci dan pernak-pernik untuk laki-laki. Sewaktu masih merencanakan perjalanan saya penasaran banget sama Beijing Lu yang katanya emang pusatnya belanja. Tapi ternyata penginapan yang saya tempati berada di Beijing Lu. Tapi setelah saya pergi ke Shang Xia Jiu Lu saya mendapat bahwa ternyata harga-harga lebih murah di Shang Xia Jiu Lu dan disana ada toko elektronik pula. Di Toko Elektronik itu ada flash disk 64 GB seharga 20 yuan, ada pula semacam Ipad seharga 300ribu rupiah saja. Weleh-weleh.... meskipun saya ngiler berat tetapi saya bertahan untuk tidak membeli barang-barang tersebut karena saya tidak yakin dengan kualitasnya. Yahhhh, saya tidak mau kan foto-foto dan file-file penting saya tiba-tiba hilang bila saya simpan di flash disk yang saya ragukan itu.

Untuk pernak-pernik seperti gantungan kunci, tempelan kulkas, tas anak-anak dan sejenisnya, saya menemukannya di Onelink International Plaza. Segala pernak-pernik sampai payung pesenan nyokap pun saya temukan disini. Tentu saja ada diskon khusus bila membeli lebih dari 5. Ohya, ada cerita lucu dengan Onelink ini, saya sudah mengunjungi Onelink pada hari kedua saya di Guangzhou, Cuma karena waktu sangat singkat dan masih banyak tempat yang belum dikunjungi jadi tidak sempat melihat-lihat dan hanya lewat saja. Pada malam terakhir saya disana, saya dan teman perempuan saya nekat untuk pergi kesana lagi. Kami berjalan kaki dari hotel sekitar 10 – 15 menit, langsung berbelanja selama satu jam, lalu sambil membawa belanjaan yang banyak itu, kami berencana untuk pulang. Namun, apa yang terjadi....kami tidak bisa keluar dari mall tersebut sebab semua pintu sudah terkunci!!! Dalam keadaan bingung kami mengikuti arus orang-orang yang sepertinya keluar melalui sebuah jalan. Ternyata jalan tersebut adalah jalan keluar masuk karyawan dan barang. Waduhhhh... lucu sekali kalo ingat hal tersebut, kami sudah panik sekali karena tidak mengerti bahasa cangcingcung mereka. Tapi Alhamdulillah, kami bisa keluar juga. Dan kamipun tahu bahwa mall-mall di Guangzhou memang tutup pukul 7 malam...wah, beda sekali dengan Jakarta yang mallnya baru tutup pukul 10 malam.

Kalau dibilang barang-barang di Guangzhou murah-murah mungkin memang benar adanya. Saya mendapatkan sendal Crocs2an seharga 30 – 35 yuan saja, lalu ikat pinggang seharga 10 – 20 yuan tergantung model dan bahan. Tas untuk anak-anak yang saya beli di Onelink juga dihargai 25 yuan bila kita membeli lebih dari 5. Namun, ada pula toko yang tidak bisa ditawar, dan toko-toko ini adalah toko-toko bermerk di Beijing Lu yang bisa kita temukan pula di Indonesia. Namun, dari yang saya baca di Blognya Miss Jinjing, bahwa model-model di Guangzhou ini lebih up date.

Berbelanja di Guangzhou memang menyenangkan terutama untuk orang-orang yang senang mengoleksi barang bermerk tetapi tidak mampu untuk membeli yang asli. Walaupun saya tidak terlalu menyukai barang yang kelihatan jelas merknya (karena menurut saya itu norak) saya membeli satu buah tas Gucci yang kualitasnya baik sekali yang harganya berhasil membuat napas saya terasa berat hahaha......

Well...dari semua belanjaan yang saya beli, ada satu barang yang paling saya suka yaitu boneka joged. Saya juga gak tau kenapa saya suka sekali membeli boneka-boneka seperti ini, tapi karena lucu, dan masuk dengan musiknya, maka saya beli saja.

Nah, itulah pengalaman saya berbelanja di Guangzhou, tentu ada hal-hal menarik lain yang bisa kita lihat di Guangzhou, seperti landmarknya, makanannya dan orang-orangnya yang akan saya ceritakan pada cerita berikutnya, tentu saja kalo saya sedang mood hehehe.....

Rabu, 20 April 2011

Mr, Mrs and Miss Kepo

Kepo itu artinya orang yang suka ikut campur urusan orang lain, dari mulai nanya-nanya sampe ngasih komentar-komentar yang gak penting. Gak ngerti deh, apa tuh mulut gak bisa direm dikiiitttt aja. Lagian apa sih untungnya ikut campur urusan orang...

Saya seringggg bangetttt ketemu sama orang kepo, tapi the winner of kepo baru saya temui akhir-akhir ini... coba deh pikir, apa untungnya nanya gaji suami saya berapa, atau ngasih komentar soal suami saya yang gak "modal" karena kami masih tinggal serumah bareng ibu saya... Helloooooo, kalo mau, suami saya mah udah ngajak saya kos/kontrak dari dulu-dulu, atau kami tinggal di cileungsi, tapi tiap orang kan punya masalah sendiri-sendiri dan punya pertimbangan sendiri-sendiri, malah menurut saya gak wajar kalo saya tega-teganya ninggalin ibu saya sendiri di rumah. Ibu saya aja gak pernah ninggalin saya untuk dinas luar apalagi kawin lagi, masa iya saya tega.

Urusan orang mah biar aja orang itu yang tau, kalo dimintain pendapat baru deh boleh komentar, jadi duhai Mr, Mrs and Miss Kepo please deh, urusin tuh dirilo sendiri....

Senin, 28 Maret 2011

me as ran mouri wkwkwkwk.....

begini...begini...

ini kan blog tadinya buat nyeritain tentang pasangannya kan yak? tapi entah kenapa lama-lama kok jadi kebanyakan jejepangannya daripada love storynya...oleh karena itu, demi menghidupkan kembali maksud dan tujuan blog ini seperti tujuannya semula, maka kita buat tulisan khusus ini... (lebay)...

nah, back to reality life, udah lebih dari sebulan nih misua dapet tugas ke lampung karena merak macetttttttt....karena itu saya juga udah sebulan ini merasa seperti ran mouri yang ditinggal kekasih wkwkwk...eh...njelalah, setelah saya pikir2 kok banyak banget ya persamaannya... here they are...

Me as Ran Mouri
1. Anak Tunggal
2. Ibu Bapak udah pisah dari kecil (Bapak di Akherat, Ibu di Dunia kalo saya)
3. Ran = Anggrek, nama saya ada Anggraeny-nya :D
4. Cewek hahaha....
5. Cengeng tapi tegar (betul ini betul)

He as Shinichi Kudo
1. Gila bola bangettttt
2. Sedang sibuk dengan "kasus"
3. Cowok hahaha...
4. Pisah sama ortu dari kecil

tuh kan... ini artinya saya dan misua memang berjodoh hahaha... ntar kalo punya anak mau dinamain conan ahhh....wkwkwk....